Republik Indonesia Serikat (RIS)

27 Agustus 1949

Perundingan diplomasi untuk menuju Indonesia merdeka berlangsung secara berliku-liku: Penandatanganan naskah Renville, Lingkarjati, Naskah Roem-Van Royen, juga diselang-selingi dengan agresi militer Belanda dan gencatan senjata (cease-fire). Semua itu dapat disimpulkan hanya sebagai membawa kerugian besar bagi bangsa dan negara. Dapat disebut juga sebagai “kekalahan”, dimana presiden dan wakilnya (Soekarno-Hatta) ditangkap dan dibuang ke
Bangka.

Kalau kita coba teliti, “kekalahan” tersebut bukan hanya berpangkal dari kurang pengalaman dalam berdiplomasi atau sebab sikap kenegarawan dari para pemimpin negara muda ini. Tetapi lebih disebabkan penggunaan bahasa diplomasi, yaitu bahasa penjajah (Belanda), bahasa yang menjiwai tuan besar bagi Belanda dan jiwa terjajah bagi diplomat Indonesia. Di sini penting sekali peranan bahasa dalam suatu diplomasi.

Konferensi Meja Bundar (KMB, Round Table Conference) adalah sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda dari 23 Agustus hingga 2 November 1949. [26]

Hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) antara lain adalah:

  • Serahterima kedaulatan dari pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia Serikat, kecuali Papua bagian Barat.
  • Dibentuknya sebuah persekutuan Unie Belanda-Indonesia, dengan monarch Belanda sebagai kepala negara.
  • Pengambilalihan hutang Hindia Belanda oleh Republik Indonesia Serikat.
  • Dan juga, pihak Belanda memberi bantuan senjata, seharga ƒ2.000.000,- (dua juta rupiah Belanda).[27]

Tanggal 27 Desember 1949, pemerintahan sementara negara dilantik. Soekarno menjadi Presidennya, dengan Hatta sebagai Perdana Menteri membentuk Kabinet Republik Indonesia Serikat. Indonesia Serikat telah dibentuk seperti republik federasi berdaulat Belanda.

Republik Indonesia Serikat, disingkat RIS, adalah suatu negara federasi, sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar: Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda. Kesepakatan ini disaksikan juga oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan PBB.

Republik Indonesia Serikat terdiri dari beberapa negara bagian, yaitu:

1. Republik Indonesia,

2. Negara Indonesia Timur,

3. Negara Pasundan,

4. Negara Jawa Timur,

5. Negara Madura,

6. Negara Sumatra Timur,

7. Negara Sumatra Selatan.

Di samping itu, ada juga negara-negara yang berdiri sendiri dan tidak tergabung dalam federasi, yaitu:

1. Jawa Tengah,

2. Kalimantan Barat,

3. Dayak Besar,

4. Daerah Banjar,

5. Kalimantan Tenggara,

6. Kalimantan Timur (tidak temasuk bekas wilayah Kesultanan Pasir),

7. Bangka,

8. Belitung,

9. Riau.

Republik Indonesia Serikat dibubarkan pada 17 Agustus 1950 secara sepihak oleh Indonesia dan kembali kepada Negara Kesatuan R.I. Tampaknya yang dapat ditukar hanya huruf (S) pada akhir kata, sedangkan urusan hutang dan bantuan militer pertama–sejak akhir 1949 hingga Agustus 1950- yang telah diterima Indonesia akan tetap berlaku. Ini dapat disebut sebagai hutang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang pertama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s