Pasukan pimpinan Prancis di Mali telah memasuki kota bersejarah Timbuktu guna menghadapi perlawanan kecil.

Tetapi ada sejumlah laporan bahwa ribuan naskah kuno di kota ini dihancurkan, dengan tayangan gambar menunjukkan buku-buku perpustakaan dalam keadaan hangus.

Sebelumnya Presiden Prancis Francois Hollande mengumumkan bahwa pasukan gabungan Mali dan Prancis berhasil ”memenangkan pertempuran”.

Mereka telah bergerak maju ke utara dalam serangan terhadap pemberontak Islamis.

Pasukan gabungan ini berhasil menguasai Gao, kota terbesar Mali, pada Sabtu akhir pekan kemarin.

Pemberontak Islamis sebelumnya menguasai kawasan utara Mali tahun lalu, tetapi telah kehilangan kontrolnya sejak pasukan Prancis menggelar operasi awal bulan ini.

Wartawan BBC di ibukota Bamako melaporkan kebanyakan militan kini bersembunyi di gurun.

Di saat yang bersamaan, pemimpin Uni Afrika bertemu dalam sebuah KTT di ibukota Ethiopia, Addis Ababa dengan isu utama perkembangan di Mali.

Uni Afrika memutuskan untuk memberi dana sebesar US$50 juta untuk pasukan multinasional yang dalam pemahaman BBC dianggap sebagai upaya untuk memulai bola terus bergulir dalam operasi berbiaya besar.

Perpustakaan ‘kosong’

perpustakaan timbuktuPerpustakaan Timbuktu sebelumnya memiliki banyak naskah kuno.

Juru bicara militer Prancis mengatakan pasukan mereka masuk ke Timbuktu pada Senin sore waktu setempat.

Mereka disambut dengan meriah oleh warga yang mengibarkan bendera Prancis dan Mali serta berteriak ”Mali, Mali, Mali!”.

”Kami bangga dengan Prancis dan bangga dengan Mali. Kami berterimakasih kepada anda ribuan kali,” kata seorang warga.

“Kami bebas lagi! Kami menjadi sandera selama 10 bulan tetapi seperti 10 tahun,”’kata seorang warga lainnya.

Seorang kolonel Mali kepada AFP mengatakan: ”Pasukan mali dan Prancis menguasai sepenuhnya kota Timbuktu.”

“Kami menjadi sandera selama 10 bulan tetapi seperti 10 tahun.”

Tentara sekarang berpatroli di kota untuk melakukan operasi pembersihan, dengan kekhawatiran elemen Islamis masih bersembunyi.

Sejumlah laporan mengemuka bahwa militan menghancurkan sebuah perpustakaan yang berisi banyak naskah kuno, beberapa diantaranya tertanggal abad ke 13.

Sejumlah dokumen terlihat hangus terbakar dan kotak kosong yang dipercaya sebagai wadah naskah kuno dalam kondisi kosong bertumpuk.

Perpustakaan institut Ahmed Baba ini memiliki sekitar 30.000 naskah kuno, termasuk dokumen abad kehidupan di Timbuktu, Mali dan negara tetangga lainnya.

Juru bicara militer Prancis Thierry Burkhard kepada BBC mengatakan bahwa ”kekuatan udara penuh” digunakan untuk mendukung sekitar 1.000 tentara Prancis dan 200 pasukan Mali guna mendorong mundur militan di Timbuktu.

Saat ini ada sekitar 2.900 tentara di Mali, didukung 2.700 tentara Uni Afrika di Mali dan negara tetangga Chad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s